Edwin Norjami (Kearifan Lokal Masyarakat Banjar)

KETIKA HANDPHONE BERTASBIH ??

September 19, 2008 · 1 Komentar

Sekilas melihat judul diatas, kita mungkin teringat sebuah buku ataupun sebuah film dengan dengan judul yang hampir sama (Ketika Cinta Bertasbih). Tetapi tulisan berikut ini bukan untuk membahas tentang hal tersebut, melainkan hanya sekedar untuk menegaskan bagaimana judul tersebut memang pas kiranya dengan keadaan yang terjadi pada masyarakat kita sekarang, khususnya mengenai kebiasaan yang berkembang di masyarakat sekarang.

Berbicara mengenai kebiasaan masyarakat sekarang, maka tidak lepas kaitannya dengan gaya hidup (Life Style) di masyarakat. Ada istilah yang dikenal dengan sebutan ”gaya hidup modern”, gaya hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Gaya hidup tersebut sekarang tidak hanya berkembang di perkotaan, tetapi di pedesaan pun juga sudah banyak yang menjalani hal tersebut. Kedaan tersebut didukung oleh kemudahan dibidang informasi dan transportasi.

Ya, sekarang bangsa kita sudah maju, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Gaya hidup yang dulu sederhana dan masih tradisional sekarang sudah berganti dengan gaya hidup modern yang praktis dan serba canggih, kemajuan diberbagai bidang telah kita rasakan sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menggunakan barang-barang yang merupakan barang-barang modern di zaman sekarang.

Apabila dibandingkan dengan zaman dahulu, pada dekade tahun 60-an maupun 70-an, masyarakat kita sebagian besar masih hidup dengan kebiasaan yang tentunya berbeda dengan sekarang. Satu kebiasaan yang berkaitan dengan judul diatas adalah kebiasaan bertasbih, yang dilakukan baik pagi, siang, sore, maupun malam. Orang-orang mengucap kalimat tasbih, takbir, dan tahmid dengan menggunakan biji-biji tasbih yang digunakan untuk menghitung berapa banyak kalimat yang diucapkan. Kebiasaan tersebut dilakukan dimana saja dan kapan saja, baik sehabis sholat, ketika mau tidur ataupun ketika sedang berada di mesjid, maupun ketika sedang bersantai di teras rumah sambil duduk dikursi goyang. Pokoknya, bibir selalu basah oleh kalimat-kalimat berisi pujian kepada Allah SWT tersebut.

Lalu, kita bandingkan pada zaman sekarang, apa yang berbeda dari itu semua ? Ya, sekarang kelihatannya sudah tidak begitu banyak atau jarang hal tersebut kita temui. Lalu, apa yang menggantikan hal tersebut ? dengan melihat judul diatas mungkin sudah terbayang dibenak kita semua apa jawabannya, yaitu handphone, alat komunikasi canggih yang sekarang sedang populer dikalangan kita semua, baik tua maupun muda semuanya senang menggunakannya. Apalagi handphone yang ada sekarang sudah dijejali berbagai macam fitur yang menarik dan bisa memanjakan penggunanya, sehingga setiap pagi, siang, sore, dan malam alat canggih tersebut selalu berada ditangan penggunanya. Kegiatan mengetik biji tasbih sepertinya sudah tergantikan dengan kegiatan menekan tuts/tombol pada handphone. Itulah sebabnya kenapa judul diatas adalah ketika handphone bertasbih, mungkin agak berlebihan, tetapi mungkin seperti itulah gambarannya.

Fenomena diatas memang bukanlah sesuatu yang menggemparkan atau menghebohkan, walaupun begitu tidak ada salahnya untuk kita pikirkan bersama juga. Walaupun hal kecil, tetap harus dicermati, sehingga kita dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. Kebijakan dalam menyikapi sesuatu adalah modal utama dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks seperti saat sekarang ini. Kebiasaan-kebiasaan positif yang semakin lama semakin pudar menandakan bahwa kita sudah mulai melupakan hal-hal yang diwariskan kepada kita, yang bermanfaat bagi kita. Tidak ada kata-kata terlambat selama kita bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Apalagi kita sekarang sedang berada di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rakhmat, hidayah dan ampunan…

Kategori: Uncategorized

1 response so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar