Edwin Norjami (Kearifan Lokal Masyarakat Banjar)

Entries categorized as ‘Uncategorized’

BUDAYA LOKAL = KEUNIKAN JATI DIRI BANGSA

Januari 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

BUDAYA LOKAL = JATI DIRI BANGSA <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Manusia tidak dapat dipisahkan dengan budaya, membicarakan budaya tidak akan ada habisnya, karena budaya akan selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya aktivitas manusia…”.

images1

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, bangsa yang dipandang unik oleh bangsa lain karena keragaman rakyat dan budayanya. Inilah yang menjadi ciri khas yang selalu melekat pada bangsa Indonesia, yang menjadi jati diri bangsa, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita yang menyadarinya. Hal tersebut memang sudah tercermin dalam semboyan bangsa Indonesia yang sudah sangat terkenal sekali yakni “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua”.

Perbedaan yang melekat pada bangsa Indonesia merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya, karena seperti yang kita ketahui dengan perbedaan tersebut telah menjadikan bangsa kita dikenal oleh berbagai bangsa dari berbagai negara lain di dunia. Banyak turis yang datang ke Indonesia terpesona dan berdecak kagum dengan berbagai macam keunikan yang ada pada bangsa ini, sebagian besar menyatakan takjub dengan budaya bangsa yang tidak ada duanya di dunia ini. Sampai-sampai di beberapa negara maju ada yang telah mendirikan sekolah yang mempelajari tentang budaya Indonesia, terutama seni musik dan seni tari. Jadi, apa ada alasan untuk tidak bangga dengan bangsa kita ini?

Melihat hal tersebut dan dengan pemahamannya, maka akan sangat bijak apabila sebagai bagian dari bangsa ini kita ikut serta dalam memelihara keunikan tersebut. Salah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan adalah tentang budaya local, budaya local sabagai pembentuk keunikan budaya Indonesia adalah poin penting yang tidak dapat dikesampingkan peranannya. Dalam hal ini, budaya local yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia berperan sebagai pembentuk keragaman yang masing-masing mempunyai ciri khas sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Judul di atas sengaja penulis pilih dikarenakan pemahaman bahwasanya budaya local masyarakat Indonesia yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain merupakan hal yang menjadikan bangsa Indonesia unik. Budaya local yang menciptakan jati diri bangsa tersebut tidak hanya memperkaya budaya bangsa ini dan menjadikannya unik, tetapi juga mencerminkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai perbedaan diantara mereka, inilah salah satu sifat yang banyak diidam-idamkan bangsa lain juga di dunia. Berbagai macam kelebihan yang dimiliki bangsa ini tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang, dan ini menandakan bahwa bangsa Indonesia memang menghendaki akan hal tersebut.

Mengingat hal tersebut, alangkah baiknya mulai dari sekarang kita lebih memperhatikan budaya local yang sekarang sepertinya semakin memudar karena budaya luar yang dirasa lebih baik, jangan budaya lokal tersebut tenggelam dan mengurangi keunikan yang menjadi jati diri bangsa ini.

“Mari kita jaga dan pelihara Budaya Lokal”

Kategori: Uncategorized

KETIKA HANDPHONE BERTASBIH ??

September 19, 2008 · 1 Komentar

Sekilas melihat judul diatas, kita mungkin teringat sebuah buku ataupun sebuah film dengan dengan judul yang hampir sama (Ketika Cinta Bertasbih). Tetapi tulisan berikut ini bukan untuk membahas tentang hal tersebut, melainkan hanya sekedar untuk menegaskan bagaimana judul tersebut memang pas kiranya dengan keadaan yang terjadi pada masyarakat kita sekarang, khususnya mengenai kebiasaan yang berkembang di masyarakat sekarang.

Berbicara mengenai kebiasaan masyarakat sekarang, maka tidak lepas kaitannya dengan gaya hidup (Life Style) di masyarakat. Ada istilah yang dikenal dengan sebutan ”gaya hidup modern”, gaya hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Gaya hidup tersebut sekarang tidak hanya berkembang di perkotaan, tetapi di pedesaan pun juga sudah banyak yang menjalani hal tersebut. Kedaan tersebut didukung oleh kemudahan dibidang informasi dan transportasi.

Ya, sekarang bangsa kita sudah maju, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Gaya hidup yang dulu sederhana dan masih tradisional sekarang sudah berganti dengan gaya hidup modern yang praktis dan serba canggih, kemajuan diberbagai bidang telah kita rasakan sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menggunakan barang-barang yang merupakan barang-barang modern di zaman sekarang.

Apabila dibandingkan dengan zaman dahulu, pada dekade tahun 60-an maupun 70-an, masyarakat kita sebagian besar masih hidup dengan kebiasaan yang tentunya berbeda dengan sekarang. Satu kebiasaan yang berkaitan dengan judul diatas adalah kebiasaan bertasbih, yang dilakukan baik pagi, siang, sore, maupun malam. Orang-orang mengucap kalimat tasbih, takbir, dan tahmid dengan menggunakan biji-biji tasbih yang digunakan untuk menghitung berapa banyak kalimat yang diucapkan. Kebiasaan tersebut dilakukan dimana saja dan kapan saja, baik sehabis sholat, ketika mau tidur ataupun ketika sedang berada di mesjid, maupun ketika sedang bersantai di teras rumah sambil duduk dikursi goyang. Pokoknya, bibir selalu basah oleh kalimat-kalimat berisi pujian kepada Allah SWT tersebut.

Lalu, kita bandingkan pada zaman sekarang, apa yang berbeda dari itu semua ? Ya, sekarang kelihatannya sudah tidak begitu banyak atau jarang hal tersebut kita temui. Lalu, apa yang menggantikan hal tersebut ? dengan melihat judul diatas mungkin sudah terbayang dibenak kita semua apa jawabannya, yaitu handphone, alat komunikasi canggih yang sekarang sedang populer dikalangan kita semua, baik tua maupun muda semuanya senang menggunakannya. Apalagi handphone yang ada sekarang sudah dijejali berbagai macam fitur yang menarik dan bisa memanjakan penggunanya, sehingga setiap pagi, siang, sore, dan malam alat canggih tersebut selalu berada ditangan penggunanya. Kegiatan mengetik biji tasbih sepertinya sudah tergantikan dengan kegiatan menekan tuts/tombol pada handphone. Itulah sebabnya kenapa judul diatas adalah ketika handphone bertasbih, mungkin agak berlebihan, tetapi mungkin seperti itulah gambarannya.

Fenomena diatas memang bukanlah sesuatu yang menggemparkan atau menghebohkan, walaupun begitu tidak ada salahnya untuk kita pikirkan bersama juga. Walaupun hal kecil, tetap harus dicermati, sehingga kita dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. Kebijakan dalam menyikapi sesuatu adalah modal utama dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks seperti saat sekarang ini. Kebiasaan-kebiasaan positif yang semakin lama semakin pudar menandakan bahwa kita sudah mulai melupakan hal-hal yang diwariskan kepada kita, yang bermanfaat bagi kita. Tidak ada kata-kata terlambat selama kita bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Apalagi kita sekarang sedang berada di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rakhmat, hidayah dan ampunan…

Kategori: Uncategorized

Hello world!

September 11, 2007 · 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori: Uncategorized