BUDAYA LOKAL = KEUNIKAN JATI DIRI BANGSA

BUDAYA LOKAL = JATI DIRI BANGSA <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Manusia tidak dapat dipisahkan dengan budaya, membicarakan budaya tidak akan ada habisnya, karena budaya akan selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya aktivitas manusia…”.

images1

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya, bangsa yang dipandang unik oleh bangsa lain karena keragaman rakyat dan budayanya. Inilah yang menjadi ciri khas yang selalu melekat pada bangsa Indonesia, yang menjadi jati diri bangsa, dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita yang menyadarinya. Hal tersebut memang sudah tercermin dalam semboyan bangsa Indonesia yang sudah sangat terkenal sekali yakni “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu Jua”.

Perbedaan yang melekat pada bangsa Indonesia merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya, karena seperti yang kita ketahui dengan perbedaan tersebut telah menjadikan bangsa kita dikenal oleh berbagai bangsa dari berbagai negara lain di dunia. Banyak turis yang datang ke Indonesia terpesona dan berdecak kagum dengan berbagai macam keunikan yang ada pada bangsa ini, sebagian besar menyatakan takjub dengan budaya bangsa yang tidak ada duanya di dunia ini. Sampai-sampai di beberapa negara maju ada yang telah mendirikan sekolah yang mempelajari tentang budaya Indonesia, terutama seni musik dan seni tari. Jadi, apa ada alasan untuk tidak bangga dengan bangsa kita ini?

Melihat hal tersebut dan dengan pemahamannya, maka akan sangat bijak apabila sebagai bagian dari bangsa ini kita ikut serta dalam memelihara keunikan tersebut. Salah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan adalah tentang budaya local, budaya local sabagai pembentuk keunikan budaya Indonesia adalah poin penting yang tidak dapat dikesampingkan peranannya. Dalam hal ini, budaya local yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia berperan sebagai pembentuk keragaman yang masing-masing mempunyai ciri khas sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Judul di atas sengaja penulis pilih dikarenakan pemahaman bahwasanya budaya local masyarakat Indonesia yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain merupakan hal yang menjadikan bangsa Indonesia unik. Budaya local yang menciptakan jati diri bangsa tersebut tidak hanya memperkaya budaya bangsa ini dan menjadikannya unik, tetapi juga mencerminkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai perbedaan diantara mereka, inilah salah satu sifat yang banyak diidam-idamkan bangsa lain juga di dunia. Berbagai macam kelebihan yang dimiliki bangsa ini tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang, dan ini menandakan bahwa bangsa Indonesia memang menghendaki akan hal tersebut.

Mengingat hal tersebut, alangkah baiknya mulai dari sekarang kita lebih memperhatikan budaya local yang sekarang sepertinya semakin memudar karena budaya luar yang dirasa lebih baik, jangan budaya lokal tersebut tenggelam dan mengurangi keunikan yang menjadi jati diri bangsa ini.

“Mari kita jaga dan pelihara Budaya Lokal”

KETIKA HANDPHONE BERTASBIH ??

Sekilas melihat judul diatas, kita mungkin teringat sebuah buku ataupun sebuah film dengan dengan judul yang hampir sama (Ketika Cinta Bertasbih). Tetapi tulisan berikut ini bukan untuk membahas tentang hal tersebut, melainkan hanya sekedar untuk menegaskan bagaimana judul tersebut memang pas kiranya dengan keadaan yang terjadi pada masyarakat kita sekarang, khususnya mengenai kebiasaan yang berkembang di masyarakat sekarang.

Berbicara mengenai kebiasaan masyarakat sekarang, maka tidak lepas kaitannya dengan gaya hidup (Life Style) di masyarakat. Ada istilah yang dikenal dengan sebutan ”gaya hidup modern”, gaya hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Gaya hidup tersebut sekarang tidak hanya berkembang di perkotaan, tetapi di pedesaan pun juga sudah banyak yang menjalani hal tersebut. Kedaan tersebut didukung oleh kemudahan dibidang informasi dan transportasi.

Ya, sekarang bangsa kita sudah maju, tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Gaya hidup yang dulu sederhana dan masih tradisional sekarang sudah berganti dengan gaya hidup modern yang praktis dan serba canggih, kemajuan diberbagai bidang telah kita rasakan sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat, mendengar, merasakan, dan menggunakan barang-barang yang merupakan barang-barang modern di zaman sekarang.

Apabila dibandingkan dengan zaman dahulu, pada dekade tahun 60-an maupun 70-an, masyarakat kita sebagian besar masih hidup dengan kebiasaan yang tentunya berbeda dengan sekarang. Satu kebiasaan yang berkaitan dengan judul diatas adalah kebiasaan bertasbih, yang dilakukan baik pagi, siang, sore, maupun malam. Orang-orang mengucap kalimat tasbih, takbir, dan tahmid dengan menggunakan biji-biji tasbih yang digunakan untuk menghitung berapa banyak kalimat yang diucapkan. Kebiasaan tersebut dilakukan dimana saja dan kapan saja, baik sehabis sholat, ketika mau tidur ataupun ketika sedang berada di mesjid, maupun ketika sedang bersantai di teras rumah sambil duduk dikursi goyang. Pokoknya, bibir selalu basah oleh kalimat-kalimat berisi pujian kepada Allah SWT tersebut.

Lalu, kita bandingkan pada zaman sekarang, apa yang berbeda dari itu semua ? Ya, sekarang kelihatannya sudah tidak begitu banyak atau jarang hal tersebut kita temui. Lalu, apa yang menggantikan hal tersebut ? dengan melihat judul diatas mungkin sudah terbayang dibenak kita semua apa jawabannya, yaitu handphone, alat komunikasi canggih yang sekarang sedang populer dikalangan kita semua, baik tua maupun muda semuanya senang menggunakannya. Apalagi handphone yang ada sekarang sudah dijejali berbagai macam fitur yang menarik dan bisa memanjakan penggunanya, sehingga setiap pagi, siang, sore, dan malam alat canggih tersebut selalu berada ditangan penggunanya. Kegiatan mengetik biji tasbih sepertinya sudah tergantikan dengan kegiatan menekan tuts/tombol pada handphone. Itulah sebabnya kenapa judul diatas adalah ketika handphone bertasbih, mungkin agak berlebihan, tetapi mungkin seperti itulah gambarannya.

Fenomena diatas memang bukanlah sesuatu yang menggemparkan atau menghebohkan, walaupun begitu tidak ada salahnya untuk kita pikirkan bersama juga. Walaupun hal kecil, tetap harus dicermati, sehingga kita dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. Kebijakan dalam menyikapi sesuatu adalah modal utama dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks seperti saat sekarang ini. Kebiasaan-kebiasaan positif yang semakin lama semakin pudar menandakan bahwa kita sudah mulai melupakan hal-hal yang diwariskan kepada kita, yang bermanfaat bagi kita. Tidak ada kata-kata terlambat selama kita bersungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Apalagi kita sekarang sedang berada di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, rakhmat, hidayah dan ampunan…

Cerita Ular Ghaib dan Kuburan

Cerita Ular Ghaib dan Kuburan

Cerita masyarakat Desa Murung Taal Kec. Batu Benawa Kab. HST Barabai

Kalimantan Selatan                 

Dahulu kala hiduplah seorang pemuda dengan kedua orang tuanya, pemuda tersebut dijauhi oleh warga desa ditempat tinggalnya karena menderita penyakit yang menjijikan, seluruh tubuhnya dipenuhi kudis dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu pemuda tersebut juga tidak bisa begitu banyak bergerak karena tubuhnya yang cacat. Karena penyakitnya tersebut akhirnya pemuda itu hanya bisa pasrah menerima nasibnya ketika pada suatu hari warga desa berkumpul dan bermusyawarah membicarakan tentang dirinya, mereka bersepakat untuk menjauhkannya dari desa tersebut, hal ini mereka lakukan karena khawatir kalau-kalau penyakit pemuda tersebut menular dan menjangkit kepada warga desa yang lain, dan akhirnya dibuatlah satu keputusan bahwa pemuda tersebut akan dibuang ke hutan yang paling jauh dari desa. Baca lebih lanjut

SERTIFIKASI GURU ?? JANGAN DICAP NEGATIF DULU

Sekarang ini sedang hangat-hangatnya orang membicarakan mengenai sertifikasi guru, baik itu mengenai dampak positifnya maupun mengenai dampak negatifnya. Hal ini menimbulkan diskusi panjang lebar mengenai apakah sertifikasi guru itu patut diterapkan dalam dunia pendidikan kita,ataukah tidak usah saja diterapkan dalam dunia pendidikan kita. Menjawab persoalan tersebut, banyak menimbulkan jawaban yang berbeda-beda dari setiap orang, tentunya dengan alasan yang berbeda-beda pula. Sebelumnya, ada baiknya apabila diterangkan sedikit mengenai apakah sertifikasi guru tersebut, sehingga tidak terjadi salah tafsir mengenai apa itu sertifikasi guru. Baca lebih lanjut

MAHASISWA HO’OH….WHAT’S UP ??

“Hah…mahasiswa ho’oh ?? mahasiswa apa’an tuh ?? dari universitas mana ?? ato dari fakultas mana?“.Begitu kata teman saya sewaktu saya mengatakan kalau saya akan menuliskan tentang salah satu “budaya” dari mahasiswa di kampus yang sangat saya cintai.Sebenarnya, itu cuma sebutan atau istilah yang saya buat sendiri untuk menyebut para mahasiswa yang………..(baca:tuuuuut) Aaah…..sebaiknya tidak usah saya jelaskan sekarang, karena anda pasti akan mengerti sendiri kalau sudah membaca tulisan berikut ini.Sederhana saja kok, dan saya yakin anda pasti bisa mendefinisikannya sendiri, karena saya tau anda semua adalah orang-orang yang dapat berpikir, orang-orang yang pintar. Baca lebih lanjut

IKAN SAMU PAKASAM KEMASAN MODERN

 Ikan samu pakasam adalah ikan yang telah diawetkan dengan tambahan samu (beras yang telah diolah) sebagai penyedap rasanya. Proses pembuatan ikan samu pakasam terbilang cukup sederhana, bahan-bahan yang diperlukan adalah ikan segar,beras,garam dan air. Proses pembuatan ikannya adalah pertama-tama Ikan yang akan diolah diberi garam, kemudian didiamkan beberapa lama, supaya garam dapat meresap dengan sempurna (Proses pengasinan). Biasanya ikan yang dibuat pakasam adalah ikan Sapat (Sepat). Kemudian cara pembuatan samu-nya adalah beras yang disiapkan disangrai terlebih dahulu sampai warnanya berubah menjadi agak kekuning-kuningan, kemudian beras tersebut ditumbuk sampai hancur tapi tidak sampai menjadi tepung atau masih berbentuk kerikil-kerikil kecil. Setelah ikan dan samu sudah siap, keduanya dimasukan kedalam toples dengan cara disusun serapi mungkin, misalnya lapisan pertama diisi ikan lapisan keduanya diberi samu, lapisan ketiga diisi ikan lapisan keempat diberi samu lagi dan begitu seterusnya. Untuk menguatkan rasanya biasanya diberi juga Air didihan beras setiap seminggu sakali. Setelah itu toples ditutup rapat-rapat. Lama pendiamannya kurang lebih 2 minggu.
Ikan samu pakasam merupakan salah satu makanan khas “Urang Banjar”, khususnya Banjar pahuluan. Biasanya,pakasam langsung digoreng saja dan dijadikan teman untuk lauk makan nasi putih. “Haah…..Nyaman ti pank” ujar orang Banjar. “sakali mancoba tu…ngalih tu pank malupa’akan rasanya nang khas He…he…he…”.
Melihat pada perkembangan zaman yang sekarang ini menuntut pada keahlian berkreasi, berinovasi dan menciptakan hal-hal yang baru, persaingan dibidang produksi pun menjadi sangat tinggi. Berdasarkan pengamatan saya, kenyataan yang ada dipasaran adalah ikan samu pakasam ini kurang laku, mungkin salah satu penyebabnya adalah dikarenakan penampilan yang kurang menarik,sehingga kurang bisa bersaing dengan jenis makanan lain. Padahal apabila produksinya ditangani secara serius dan dikelola secara baik dengan mengedepankan kemoderenan , bukan tidak mungkin jenis makanan ini akan dapat mempunyai nilai lebih (dalam bidang ekonomis tentunya he…..). Saya contohkan begini: Pakasam yang dijual dipasar-pasar yang ada biasanya tampilannya itu-itu saja,biasa-biasa saja, tidak berubah, dari dulu sampai sekarang, cuma berwadah baskom dan dijual takaran “Cuntang sabun” (Bekas tempat sabun). Naah..…kalau saja pakasam tersebut diubah tampilannya …. misalnya dikalengkan seperti ikan Sarden atau di press seperti buah-buah impor, bukannya akan lebih bagus tuh…lebih berkelas, berkualitas dan berdaya saing He…he…he…betul ga?? Whay not kan? Sekarang ini kan sudah banyak tuh yang seperti itu, khususnya di Java Island sana,bahkan yang saya liat di TV, terasi (@can coy) pun sudah ada yang di kemas dengan baik (Terasi ABC). Jadi, kalau ikan samu pakasam dengan metode moderen ini dapat menjadi bisnis baru yang menjanjikan menurut anda,mengapa tidak di coba….? Why not kan…

PERPUSTAKAAN CERMINAN KUALITAS PENDIDIKAN MASA KINI

Kita sebagai generasi penerus bangsa, baik yang sedang berjalan maupun yang dipersiapkan untuk masyarakat yang akan datang, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak dapat mengesampingkan akan pentingnya arti pendidikan. Dewasa ini, pendidikan merupakan syarat mutlak untuk dapat mencapai suatu kemajuan, dengan pendidikan kita dapat mengimbangi roda perkembangan kemajuan dunia yang akan meninggalkan orang-orang yang tidak berkompeten untuk mengikutinya. Apabila kita berbicara mengenai pendidikan, semuanya tidak akan terlepas dari icon-icon pelaku, pengenyam, pedukung dan proses dari pendidikan tersebut, seperti halnya guru, murid, sistem pendidikan, media pendidikan dan lain-lain, yang pada akhirnya akan berujung pada bagaimana kualitas dari pendidikan itu sendiri. Hal inilah yang selalu ramai diperbincangkan dan bahkan sering diperdebatkan, baik itu dalam forum-forum diskusi resmi maupun tidak resmi, dari kelas VIP sampai kelas ekonomi, dari diskusi formal sampai diskusi pinggiran.
Kualitas dari suatu pendidikan memang tidak bisa diukur secara pasti, apakah pendidikan itu berhasil didalam melaksanakan tujuan pendidikan nasional ataukah tidak. Hal ini dikarenakan tidak adanya acuan/tolak ukur yang dapat dijadikan sebagai pedoman yang pasti didalam pengukuran tersebut. Selain itu juga, kualitas pendidikan memang tidak bisa diukur secara kuantitatif. Kebanyakan orang menilai atau beranggapan bahwa kualitas pendidikan yang ada dapat dilihat dari reputasi nilai yang ada, kemudian juga dari individu-individu cetakan dari pendidikan tersebut ( lulusan ), apakah individu tersebut sudah memenuhi syarat/kualifikasi sebagai individu yang berhasil ataukah tidak, semuanya tergantung kepada penafsiran masing-masing. Anggapan tersebut memang tidak salah, karena kualitas individu didalam pendidikan memang seyogyanya harus diperhatikan, menyangkut pada pengembangan SDM, dan pendayagunaannya nantinya, yang diharapakan sesuai dengan cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai.
Berdasarkan anggapan diatas tadi, pencerminan kualitas pendidikan seakan-akan dimonopoli oleh anggapan tentang bagaimana kualitas individu-individu produk dari pendidikan tersebut. Hal ini menimbulkan kecenderungan anggapan masyarakat bahwa apabila ingin melihat kualitas dari suatu pendidikan lihatlah reputasi nilainya dan lihatlah juga lulusan-lulusan dari pendidikan tersebut, dan ini berlaku bagi semua jenjang pendidikan, dari sekolah sampai perguruan tingggi. Pertanyaannya sekarang, apakah kualitas dari suatu pendidikan hanya bisa dilihat dari kedua macam faktor itu saja ? Tentu saja tidak, karena banyak faktor lain selain itu yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menilai kualitas suatu pendidikan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah bagaimana keadaan sarana dan prasarana pendukung dari pendidikan tersebut, dalam hal ini yang layak diperhatikan adalah peran dari perpustakaan. Ya…perpustakaan, sebuah wadah yang dijadikan sebagai pusat sumber belajar bagi para pelaku pendidikan, baik yang sifatnya formal maupun non-formal. Bagaimanapun, peran perpustakaan snagatlah penting didalam pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung perpustakaan telah ikut serta mendukung terhadap tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Perpustakaan didalam fungsinya yang umum yaitu sebagai tempat untuk menggali informasi sangatlah berperan didalam pendidikan. Dengan adanya perpustakaan, para pelaku pendidikan jadi dapat lebih mudah dalam melakukan aktivitasnya didalam proses pendidikan. Misalnya saja dalam hal pencarian bahan untuk dijadikan referensi, seseorang tidak perlu bersusah payah lagi mencarinya kesana kemari yang dapat menyita banyak waktu dan biaya, cukup dengan datang ke perpustakaan seseorang tersebut dapat memperoleh data yang diinginkannya. Contoh tersebut merupakan salah satu dari banyak kemudahan yang ditawarkan dengan adanya perpustakaan, dengan begitu tidak ada alasan lagi mengapa sampai ada perpustakaan yang ditelantarkan, mengingat pada fungsinya yang sangat vital tersebut didalam pendidikan.
Kehadiran perpustakaan semestinya dijadikan sebagai keberuntungan yang dimiliki oleh semua orang, perpustakaan yang ada seharusnya disyukuri keberadaannya, karena dengan begitu dapat mempermudah dalam aktivitas pendidikan. Dengan kata lain, perpustakaan tidak hanya dijadikan sebagai pajangan ataupun hanya dijadikan sebagai pelengkap saja didalam suatu lembaga pendidikan, melainkan memang berdiri sendiri sebagi suatu sistem yang yang memiliki fungsi-fungsi tersendiri tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama dengan sistem-sistem pendidikan yang lain, yaitu mendorong tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dapat diletakkan pada poin pertama dari fungsi-fungsi yang ada, perpustakaan yang mengedepankan pada fungsi tersebut seyogyanya selalu berbenah diri pada setiap kesempatan yang ada, sehingga dengan adanya pembenahan tersebut, perbaikan terhadap hal-hal yang dirasa belum mengena pada targetnya dapat dilakukan secara cepat dan tepat, selain itu juga image yang ditimbulkan perpustakaan tersebut akan selalu bersifat positif pula. Penyelenggaraan pembenahan diri tersebut dapat berupa perbaikan layanan yang ada, penyediaan bahan-bahan bacaan yang selalu up to date, penyelenggaraan lomba-loma yang berbau edukasi, pelaksanaan sosialisasi yang berkesinambungan, menjadikan perpustakaan sebagai tempat pengkajian ( seperti halnya seminar, diskusi, bedah buku, bedah film, dll ).
Kesadaran akan pentingnya kehadiran perpustakaan dan fungsinya akan membawa kepada pemikiran tentang bagaimana perkembangan perpustakaan sekarang ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan pendidikan. Kesadaran tersebut apabila dimiliki oleh para pelaku pendidikan bukan tidak mungkin akan berdampak positif terhadap perkembangan perpustakaan yang ada, peran perpustakaan dapat saja meningkat karena para penggunanya telah sadar betul akan kegunaannya dan dengan begitu kemajuan dari suatu perpustakaan akan semakin cepat dan dapat dicapai. Apabila ditarik satu garis lurus,maka dapat dilihat bahwa perpustakaan yang baik, yang fungsinya berjalan dengan sebagaimana mestinya akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan yang ada. Sederhananya, perpustakaan yang baik disebabkan kualitas pendidikan yang baik, begitu pula kualitas pendidikan yang baik, disebabkan perpustakaan yang baik pula.
Disadari atau tidak, perpustakaan telah menjadi cerminan kualitas pendidikan dimasa kini. Kehadiran perpustakaan yang diabaikan menandakan bahwa kualitas dari lembaga pendidikan yang menaunginya ataupun masyarakat yang menggunakannya rendah, sebaliknya perpustakaan yamg maju, yang selalu diperhatikan keadaannya dan dipergunakan secara maksimal fungsinya menandakan bahwa kualitas dari lembaga pendidikan dan masyarakat pendukungnya tersebut tinggi.
Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah apabila kita memberikan perhatian yang besar terhadap keberadaan perpustakaan yang ada. Kita yang sekarang menjadi pelaku pendidikan maupun sebagai masyarakat yang peduli akan pendidikan semuanya dapat turut serta berpartisipasi didalam memajukan pelayanan perpustakaan. Dengan usaha bersama, saya yakin kemajuan yang diharapkan akan lebih mudah dicapai. Semuanya tergantung pada diri kita masing-masing, apakah kita mau atau tidak untuk melakukannya. Tetapi, apabila kita menginginkan kualitas pendidikan kita menjadi baik, maka salah satu jawabannya adalah dengan cara memajukan perpustakaan. Semoga perkembangan perpustakaan kedepannya akan semakin maju. Semoga…
Penulis